Enzim Proteolitik Pdf Rating: 8,8/10 5125 votes
  1. Enzim Proteolitik

Penggunaan mikroorganisme sebagiai sumber enzim protase dan kemungkinan untuk melakukan manipulasi genetik, membuat protease mikroba lebih banyak dikembangkan. Berbagai jenis bakteri dan kapang yang mampu menghasilkan protease (Bacillus amylolique, B. Licheniformis, B. Hermoproteolyticus, Mucor pusillus, M. Miehei, Aspergillus orizae,A,sojae dan A. Phoenicis), beberapa diantaranya telah digunakan untuk skala industri.

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com. Pemanfaatan Enzim Papain dalam Produksi Hidrolisat Protein. Oleh enzim proteolitik papain.

Anda dapat membantu Wikipedia dengan.

Tripsin (trypsin) adalah salah satu enzim yang diproduksi oleh pankreas dan disekresikan dalam keadaan inaktif (inactive). Mekanisme sekresi enzim seperti ini berfungsi untuk mencegah terjadinya autodigestion pancreas atau untuk melindungi pankreas dari aktivitas proteolitik enzim tersebut.

Protease aspartat dan metal mengaktifkan sebuah molekul air untuk menjadikannya sebagai nukleofil daripada menggunakan gugus fungsi enzim itu sendiri. Meskipun demikian, pada dasarnya keseluruhan proses pemecahan ikatan peptida adalah sama pada semua golongan protease. A) b) c) d) Protease serin Protease sistein Protease aspartat Protease metal • FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ENZIM PROTEASE Enzim protease memiliki aktivitas berbeda tergantung pada jenis serta sumber enzimnya, tapi pada umumya aktivitas ini juga dipengaruhi faktor – faktor yang mempengaruhi enzim pada umumnya. Yaitu - Suhu - Konsentrasi substrat - Konsentrasi enzim - pH - Pengaruh inhibitor • ENZIM PAPAIN Salah satu enzim protease yang berasalah dari tumbuhan adalah enzim papain. Enzim Papain merupakan enzim protease yang terkandung dalam pepaya (Carica papaya)pada getahnya baik dalam buah, batang maupun daunnya. Sebagai enzim yang berkemampuan sebagai memecahkan molekul protein, dewasa ini papain menjadi suatu produk yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik di kehidupan rumah tangga maupun industri. • STRUKTUR DAN AKTIVITAS ENZIM PAPAIN - Enzim papain termasuk protease sistein dengan struktur yang terdiri dari rantai tunggal polipepptida dengan tiga jembatan disulfida dan pada sisi aktifnya terdapat residu Cysteine (C158) Histidine (H292) Asparagine (N308).

Seng dapat digantikan oleh kobalt, nikel pada kondisi tertentu tanpa mengurangi aktivitas enzim ini  Memiliki pH optimum 7-8  Merupakan enzim yang paling tidak stabil dibandingkan enzim golongan lain karena dapat mengalami autolisis pada pH diatas 9 atau dibawah 6.  Inhibitornya dapat berupa EDTA, 2,2-bipyridine dan 1,10phenantroline dan lainnya.  Contoh enzim ini aalah thermolisin bacillus thermoproteoliyticus. • FUNGSI DAN CARA KERJA ENZIM Pada dasarnya, fungsi dan cara kerja enzim protease adalah sama dengan enzim pada umumnya hanya saja substrat yang dipengaruhi merupakan protein. Fungsi suatu enzim adalah sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi dalam sel maupun luar sel. Suatu enzim dapat mempercepat reaksi 10exp8 sampai 10exp11 kali lebih cepat dibandingkan pabila reaksi tersebut dilakukan tanpa katalis.

 Kerjanya dihambat oleh inhibitor pepstatin A, senyawa – senyawa diazoketon seperti diazoacetyl-DL-norleucine methyl ester (DAN), 1,2-epoxy-3(p-nitrophenoxy)propane dan lain – lain. • PROTEASE METAL  Keaktifan enzim ini tergantung adanya logam (metal) pada sisi aktifnya, terutama oleh adanya seng (Zinc).

Dengan demikian eksopeptidase dimulai dari asamamino ujung pada molekul protein hingga seluruh molekul pecah menjadi asm amino. • Hartley (1960) menggolongkan protease menjadi empat golongan berdasarkan mekasnisme reaksi yang terjadi pada sisi aktifnya. Protease Serin 2. Protease Sulfihidril (Thiol) atau Sistein 3.

Protease (enzim papain) ppt • 1. Disusun oleh kelompok 5 Mirza Ardilah F. Muslimatul khoiriyah Sri lestari Yayan Sofyan H M. Mun’im • PENDAHULUAN Enzim merupakan protein yang berfungsi sebagai biokatalis dalam sel hidup. Enzim dihasilkan oleh sel-sel hidup, baik hewani maupun nabati. Bila digabungkan dengan bahan organik tertentu maka bisa mengubah susunan menjadi persenyawaan yang lebih sederhana, namun enzim itu tidak turut berubah. Sehingga enzim sering diartikan sebagai katalisator organik dan banyak diminati karena beberapa kelebihannya.

Pada tingkat mikroorganisme, kelompok bakteri proteolitik adalah kelompok bakteri yang mampu menghasilkan enzim proteolitik. Beberapa bakteri penghasil proteolitik antara lain genus Bacillus (B.

Protease asam atau aspartat 4. Protease metal • PROTEASE SERIN  Memiliki residu serin dalam sisi aktifnya atau disebut juga sebagai gugus reaktifnya  Bersifat endopeptidase  Protease serin banyak ditemukan pada berbagai jenis organisme tetapi lebih dari 40% dari mikroba. Enzim ini juga dikenal sebagai “alkaline protease” karena memiliki pH optimum 9-13.  Protease serin merupakan enzim yang perlu untuk diaktivasi, salah satu aktivator enzim ini adalah Ca2+  Yang termasuk enzim ini beberapa diantaranya adalah; tripsin, kimotripsin, elastase, dan subtilin, • PROTEASE SULFIHIDRIL / THIOL / SISTEIN  Pada mulanya enzim ini dinamakan protease tiol atau sulfihidril akan tetapi seiring dengan perkembangan kimia, namanya berubah menjadi protease sistein  Protease sistein memiliki gugus reakftif berupa gugus sulfihidril pada sisi aktifnya. Enzim ini terdiri dari satu buah sistein golongan sulfihidril dan histidine golongan imidazole pada sisi aktifnya. Free game tile maker.  Yang termasuk enzim ini: protease dari tanaman dan mikroba seperti papain, fisin dan bromelin, dari mikroba berupa clostipain, plasmodim falciparum protease cystein dan dari hewan berupa cathepsin B.  memiliki pH optimum netral  Kerja enzim ini dapat dihambat oleh senyawa oksidator, alkilator dan logam berat • PROTEASE ASAM ATAU ASPARTAT  Enzim protease aspartat memiliki bagian aktif yang berupa dua gugus karboksil yang ada pada sisi aktifnya  pH optimum enzim ini adalah 2-3  Sebagian besar protease aspartat ini merupakan golongan enzim pepsin dari enzim pencernaan seperti pepsin, chymocine, lysosomal catepsin D, renin, penicillopepsin, rizhopuspepsin, dan endothiapepsin.

Tampah ini sudah diletakkan pada batang tanaman. Oleh karena hanya berupa anyaman bambu maka ada banyak lubang pada tampah tersebut. Agar getah tidak banyak terbuang melalui lubang, sebaiknya alas tampah tersebut diberi plastik. Pengolahan papain kasar Getah hasil penyadapan buah dapat diolah menjadi papain kasar (cured papain). Cara pengolahannya sebagai berikut.

• KLASIFIKASI ENZIM PROTEASE Menurut Bergman dan Futon (1941-1942) protease diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu endopeptidase dan eksopeptidase. Endopeptidase Enzim ini memecah protein pada tempat – tempat tertentu dalam molekul protein dan basanya tidak mempengaruhi gugus yang terletak di ujung molekul. Sebagai contoh endopeptidase ialah enzim pepsin yang terdapat dalam usus halus dan papain, suatu enzim yang terdapat dalam pepaya. Eksopeptidase Eksopeptidase bekerja terhadap kedua ujung molekul protein. Karboksipeptidase dapat melepaskan asam amino yang memiliki gugus –COOH bebas pada molekul protein, sedangkan aminopeptidase dapat melepaskan asam amino pada ujung lain yang memiliki gugus –NH2 bebas.

Halaman 19-28. • Barret Aj, Rawlings ND, Woessner JF. Handbook of Proteolytic Enzymes.

Merupakan enzim golongan peptidase yang digunakan dalam mengkoagulasikan protein dalam pembuatan keju. Jenis peptidase lain, seperti papain dan, banyak digunakan dalam mengempukkan tekstur daging. Peptidase juga dapat diaplikasikan dalam industri untuk membuat yang berkualitas baik. Referensi [ ]. • ^ (Inggris) Watanabe K, Hayano K. Estimate of the source of soil protease in upland fields. Biol Fertil Soils 18:341-346.

Dalam Handbook of Proteolytic Enzymes. London: Elsevier. Halaman 1495–1501. • Barret Aj, Rawlings ND, Woessner JF. Handbook of Proteolytic Enzymes. London: Elsevier.

Bakteri proteolitik adalah yang memproduksi, yaitu enzim pemecah yang diproduksi di dalam kemudian dilepaskan keluar dari sel. Semua bakteri mempunyai enzim protease di dalam sel, tetapi tidak semua mempunyai enzim protease ekstraseluler Pemecahan protein oleh mikroba [ ] Dekomposisi protein oleh lebih kompleks daripada pemecahan dan produk akhirnya juga lebih bervariasi. Hal ini disebabkan struktur protein yang lebih kompleks. Mikroorganisme melalui suatu sistem enzim yang kompleks, memecah protein menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Senyawa-senyawa dan produk akhir hasil pemecahan sangat bervariasi.

Kedalaman torehannya antara 1 - 2 mm. Kedalaman ini perlu diperhatikan agar luka torehannya dapat cepat sembuh. Banyak torehan setiap buah cukup lima torehan dengan jarak antartorelan 1 - 2 cm. Setelah ditoreh, getah yang ke luar dari buah segera ditampung dalam alat tampah penampung getah yang sudah dirancang khusus.

• ^ Poliana J, MacCabe AP. Industrial Enzymes; Structure, Function, and Applications. Dordrecht: Springer. • ^ (Inggris) Rao et al. Molecular and biotechnological aspects of microbial proteases. Microbiol and Mol Biol Rev 3: 597-635. • Graf L, Szilagyi L, Venekei I.

Penggolongan bakteri proteolitik [ ] Bakteri proteolitik dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok: • Bakteri aerobik atau anaerobik fakultatif, tidak membentuk spora, misalnya Pseudomonas dan Proteus. • Bakteri aerobik atau anaerobik fakultatif, membentuk spora, misalnya Bacillus. • Bakteri anaerobik pembentuk spora, misalnya sebagian spesies Clostridium. Artikel bertopik ini adalah sebuah.

Enzim termofilik secara optimal aktif lebih jauh di bawah kondisi terdenaturasi. Hasil elusidasi struktur dari kristal enzim ini menunjukkan strukturnya lebih kaku dari enzim mesofil karena struktur bagian dalam dari enzim termofilik mempunyai jaringan pasangan ion yang sangat luas dibanding enzim mesofil (Yuwono, 2005). Sintesis protein pada suhu tinggi tidak hanya membutuhkan enzim termostabil, tetapi juga membutuhkan asam inti yang termostabil, yaitu mRNA, tRNA, dan rRNA. Perubahan kimia walaupun sedikit, tetapi akan berakibat pada perubahan fisik dari tRNA yang sifatnya menjadi lebih stabil. Organisme termofil mempunyai kecenderungan memiliki kandungan G+C yang tinggi. Semakin tinggi nilai G+C maka semakin sukar molekul untai DNA dipisahkan. Adanya ion Mg 2+ yang melindungi denaturasi akibat panas dan terjadinya tiolasi dari ribotimin menjadi 5-metil-2-tiouridin menyebabkan enzim stabil pada suhu tinggi.

Protease ekstraseluler berperan dalam hidrolisis substrat polipeptida besar. Enzim proteolitik intraseluler memainkan peran penting dalam metabolisme dan proses regulasi pada sel hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, seperti mengganti protein, memelihara keseimbangan antara degradasi, dan sintesis protein. Protease intraseluler berperan dalam fungsi fisiologis lainnya, seperti pencernaan, maturasi hormon, perakitan virus, respon imun, imflamantasi, fertilisasi, koagulasi darah, fibrinolisis, kontrol tekanan darah, sporulasi, germinasi, dan patogenesis. Protease juga diimplikasikan dalam peran regulasi ekspresi gen, perbaikan DNA, dan sintesis DNA (Rao et al., 1998 dalam Rosliana, 2009). Protease adalah enzim yang mengkatalisasi pemecahan ikatan peptida dalam peptida, polipeptida, dan protein dengan menggunakan reaksi menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana seperti peptida rantai pendek, dan asam amino. Hidrolisis ikatan peptida adalah reaksi penambahan-penghilangan, dimana protease bertindak sebagai nukleofili atau bereaksi dengan membentuk satu molekul air.

Situs aktif enzim ini melengkapi bagian tertentu dari substrat, sejauh bentuk yang bersangkutan. Substrat akan masuk ke dalam situs aktif dengan sempurna, dan reaksi antara mereka terjadi. • Substrat yang tepat akan masuk ke dalam situs aktif enzim dan membentuk kompleks enzim-substrat. Ini adalah di situs ini aktif bahwa substrat ditransformasikan ke produk yang dapat digunakan. Setelah reaksi selesai, dan produk yang dirilis, situs aktif tetap sama dan siap untuk bereaksi dengan substrat baru. • TEORI INDUCED FIT Teori ini juga mendukung hipotesis gembok dan kunci bahwa situs aktif dan substrat cocok dan bentuk mereka saling melengkapi.

ENZIM PROTEOLITIK PENGERTIAN Enzim proteolitik disebut jug enzim proteinse tu protese merupkn kelompok enzim!ng mmpu meme'# rnti pnjng molekul protein menjdi molekul$molekul!ng lebi# ke'il disebut peptid dn b#kn smpi menjdi komponen$komponen terke'il pen!usun protein!ng disebut sm mino% &i dlm tubu# mnusi enzim proteolitik diproduksi ole# pnkres% Tripsin 'tr!psin( dl# sl# stu enzim!ng diproduksi ole# pnkres dn disekresikn dlm kedn inkti) 'in 'ti *e(% Mek ni sme sek resi enzi m sep erti ini ber )un gsi unt uk men 'eg # ter jd in! tu unt uk mel ind ung i pn kre s dr i kt i*i ts pro teo liti k enz im tersebut% +erdsrkn meknisme reksi dn residu situs kti)!ng terlibt dlm meknisme tersebut, protese diklsi)iksikn menjdi serin protese, sistein protese, sprtt protese dn zin' 'metllo ( prote se% -istein prote se dpt diklsi)ik sikn menjdi tig kelur g besr!itu kelur g enzim!ng ber#u bung n deng n interle ukin./ 'on*e rting enz!me 'I0E(, 'lpin dn kelurg ppin 't#epsin(%.

Secara umum nukleofili membentuk intermediat tetrahedral dengan atom karbon karbonil pada ikatan peptida. Satu gugus amina dilepaskan dan dikeluarkan dari sisi aktif, yang digunakan secara bersamaan dengan satu molekul air. Pada protease tertentu, adisi enzim-asil dapat dibentuk. Intermediat tetrahedral kedua akhirnya dibentuk dan menghasilkan produk karboksilat, proton, dan enzim bebas yang diregenerasi (Moran et al., 1994 dalam Rosliana, 2009). Protease bakteri termofilik menjadi pusat perhatian karena stabilitasnya pada suhu yang lebih tinggi.

Waktu yang tepat untuk melakukan penyadapan adalah pagi hari sebelum matahari terbit, sekitar pukul 05.30 08.00, atau pada sore hari sebelum matahari terbenam, sekitar pukul 17.30 - 18.30. - Penyadapan dilakukan dengan cara menorehkan alat sadap pada kulit buah mulai dari pangkal menuju ujung buah.

Enzim Proteolitik

Struktur 3D enzim peptidase yang berasal dari. Protease, disebut juga peptidase atau proteinase, merupakan golongan yang akan memecah menjadi yang lebih sederhana, seperti menjadi pendek atau, dengan pada. Enzim ini diperlukan oleh semua karena bersifat esensial dalam. Peranannya dalam tubuh antara lain membantu pencernaan protein dalam, menggunakan kembali protein-protein intraseluler, koagulasi, dan akivasi berbagai jenis protein, enzim,, serta. Terdapat enam jenis aktivitas spesifik dari enzim peptidase, yaitu -, -, -, -, -, dan -peptidase. Daftar isi • • • • • Sintesis [ ] Ada berbagai teknik yang dapat digunakan untuk memproduksi enzim ini, yaitu dengan teknik sel bebas (misalnya dengan kultur terendam) ataupun dengan teknik sel imobil, yaitu dengan memerangkap dalam suatu atau matriks. Contoh bahan matriks yang dapat digunakan yaitu dan.

Enzim protease adalah kelompok enzim yang cukup kompleks. Menurut Lehninger (1982), enzim merupakan unit fungsional metabolisme sel. Enzim merupakan protein khusus yang dapat bergabung dengan suatu substrat spesifik untuk mengkatalisasi reaksi biokimia dari substrat tersebut. Spesifitas enzim sangat tinggi terhadap substratnya, enzim mempercepat reaksi biokimiawi spesifik tanpa pembentukan produk samping. Dalam reaksi tersebut enzim mengubah senyawa yang disebut substrat menjadi bentuk suatu senyawa baru yang disebut produk. Enzim memiliki substrat spesifik dan reaksi kimia yang spesifik untuk dikatalisnya. Enzim memiliki tenaga katalitik yang biasanya jauh lebih besar dari katalisator sintetik.

Imobilisasi sel memiliki beberapa kelebihan dibanding teknik sel bebas dan sudah merupakan salah satu teknik yang umum digunakan untuk meningkatkan dan sel. Endopeptidase [ ] Endopeptidase bekerja dengan menghidrolisis ikatan peptida pada bagian tengah rantai. Contoh dari endopetidase adalah dan.